A. Pendahuluan
"Patriotisme tidak
mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat
mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan, mencintai tanah
air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya
dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula
pertumbuhan fisik yang sehat".
Pencinta
alam merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan bakat yang
diberikan kepada orang atau kelompok yang gemar hidup dikegiatan alam bebas
(outdoor activities) ini yang disepakati di Indonesia, berbeda dengan negara
lain seperti di Malaysia, mereka menggunakan Istilah pecinta alam bagi mereka
untuk melakukan penelitia terhadap flora dan fauna sehingga dikenal dengan
istilah pecinta burung, pecinta anggrek, dan sebagainya.
Sehingga dengan latar belakang hobi
yang cenderung akrab dengan alam tersebut, lambat laun tumbuh dan berkembang
dalam diri pecinta alam untuk menjaga dan melestarikan alam beserta isinya.
Kemudian lebih jauh kesadaran itu menjadi sebuah rasa tanggung jawab untuk
memelihara kelestarian lingkungan hidup yang sehat. Dan sekarang ini munculah
aktifitas kelestarian lingkungan hidup yang lahir dari kalangan pecinta alam.
Aktifitas yang dilakukan oleh
pecinta alam cukup beraneka ragam. Mulai dari Mendaki Gunung, Susur gua
(caving), Panjat tebing hingga aktifitas alam bebas lainnya seperti arung
jeram, dayung (Canno), Menyelam (Diving), dan lain sebagainya. Untuk menunjang
profesionalisme dalam melakukan aktifitasnya, pecinta alam merasa perlu untuk
membekali diri dengan pengetahuan PPGD, SAR, Survival dan segala hal yang
berhubungan kegiatan ini.
B. Lahirnya Mapala Wanatel
Berdirinya Mapala Wanatel berawal dari beberapa gagasan Mahasiswa
STT Telematika Cakrawala dan juga oleh perguruan tinggi lainnya yang berada
dilingkungan Perguruan Tinggi YAN yang menggemari kegiatan alam bebas dan
aktifitas lingkungan hidup yan berkeinginan untuk membentuk Organisasi UKM
Mahasiswa Pencinta Alam, maka pada tanggal 18 Mei 2014 di Loteng Lantai 6 Kampus D YAN lahirlah Mahasiswa Pencinta Alam
Wanatel yang kita cintai ini. Untuk menjalankan roda organisasi maka
dilakukanlah sebuah rapat khusus diruang sekret SENAT STT Telematika untuk
menyusun Struktur Dewan Pengurus Harian yang pertama kalinya yaitu Wahyudin
“Sanca” (WNL.15.001.PS) sebagai ketuanya, kemudian pada tanggal 24 juni 2015
dilaksanakan Peresmian dan Musyawarah Besar I Mapala Wanatel yang dihadiri oleh
perwakilan BEM STT Telematika “Agung Gumelar”, Puket I STT Telematika “Bapak
Amran Mursalim S.Pd,ST,MM.Si”, Puket III Bagian Kemahasiswaan “Bapak Sahrudin,
SH,MH.” Untuk melantik Dewan Pengurus Harian Mapala Wanatel dan juga menyusun
AD/ART, GBHO dan Keadministrasian Wanatel.
Kata Wanatel diambil dari bahasa sangsekerta yang berarti “Cahaya
Bagi Alam”. nama itu diusulkan oleh Wahyudin “Sanca” (WNL.15.001.PS)
dan disempurnakan pada saat Musyawarah Besar I. Wanatel adalah suatu organisasi
intera kamus yang memiliki aturan dan norma tertulis yang berlaku resmi serta
formal maupun tidak tertulis yang berupa konvensi yang tetap. Yang diakui dan
dihormati.
C. Mengenal Wanatel
Wanatel adalah organisasi mahasiswa yang bergerak dibidang aktivitas
alam bebas dan pelestarian lingkungan sebagaimana lazimnya organisasi. Wanatel
juga diikat dengan peraturan-peraturan dan norma-norma yang berlaku yang telah
disepakati dan berlaku untuk seluruh anggota baik secara tertulis maupun tidak
tertulis adalah dimuat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta
keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Harian. Sedangkan yang
tidak tertulis adalah kebiasaan-kebiasaan positif yang lazim berlaku dalam
bentuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang kental, solidaritas antar kawan
yang tinggi, juga rela berkorban demi kehormatan lembaga.
Wanatel merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang mewadahi minat dan
bakat mahasiswa yang terbuka untuk seluruh mahasiwa dilingkungan Perguruan
Tinggi YAN dalam menyalurkan hobi kegiatan pengembaraan di Gunung Hutan,
Tebing, Sungai dan kegiatan lainnya yang berbau petualangan sebagai wahana
untuk menyentuh hakikat organisasi.
D. Lambang Organisasi
Filosofi Lambang Wanatel
Segi Tiga
|
:
|
Melambangkan Hubungan
Manusia, Alam Dan Tuhan Serta Mencerminkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
|
Telapak Kaki
|
:
|
sebagai simbol penggiat
alam bebas
|
Roda Berbentuk Gir
|
:
|
simbol pemersatu antar
anggota
|
Arah Mata Angin
|
:
|
Petunjuk arah
|
Bertulisan Wanatel
|
:
|
Nama Organisasi Mapala
|
Warna Biru
|
:
|
Berfikir Kreatif Dalam
Mengembangkan Wawasan.
|
Warna Hijau
|
:
|
Kemakmuran, Kesuburan,
Kelestarian
|
Warna Hitam
|
:
|
Keabadian
|
Warna Putih
|
:
|
berartikan keikhlasan dan
ketulusan
|
Warna Abu-Abu
|
:
|
Pemikiran Yang Dalam
|
Warna Merah
|
:
|
keberanian dan perjuangan
|
E.
Hakikat Wanatel
Mengoptimalkan segala kemampuan, keterampilan serta ilmu pengetahuan
untuk menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan yang telah dianugerahkan
oleh Tuhan Yang Maha Esa.
F. Janji Wanatel
1.
Bertaqwa kepada tuhan yang maha
esa
2.
Menjaga dan melaksanakan kode
etik Pecinta Alam Indonesia
3.
Rela berkorban dan menolong
sesama
4.
Menjaga nama baik Organisasi
5.
Bersungguh-sungguh dan setia
kepada Organisasi
G. Visi Wanatel
Menjadikan organisasi yang unggul dan
berkualitas dalam aktivitas alam bebas serta melestarikan alam dan lingkungan.
H. Misi Wanatel
a.
Wanatel menjadi wadah bagi Mahasiswa Pecinta Alam
b.
Menumbuhkan potensi mahasiswa WANATEL dalam berbagai disiplin ilmu,
guna terciptanya sosok SDM mahasiswa WANATEL yang berbudi pekerti, kritis serta
memiliki rasa kepekaan sosial yang tinggi.
c.
Berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam mewujudkan dinamika
perguruan tinggi, kemahasiswaan dan kemasyarakatan dalam mewujudkan kepedulian
akan lingkungan dan alam.
Berperan aktif mengabdi dan membantu masyarakat
luas, sebagai sebuah implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pada point
ke tiga “ Pengabdian Masyarakat “.

0 comments
Posting Komentar